Hidup Memang Tak Seindah Pelangi, Tapi Hidup Akan Terasa Indah Jika Kita Menjalani Hidup Penuh Rasa Syukur
Hidup seperti apa yang telah saya lalui?
Hidup yang seperti apa yang sedang saya lalui?
Hidup yang seperti apa yang saya harapkan akan saya lalui?
Hidup yang seperti apa yang sedang saya lalui?
Hidup yang seperti apa yang saya harapkan akan saya lalui?
Pernahkah terlintas di pikiran kita pertanyaan-pertanyaan tersebut?
Banyak hal yang membuat kita tidak ingin memikirkan apa yang telah-sedang-akan kita lalui.
Mungkin salah satu alasan di antaranya adalah karena kita telah melalui masalah yang menurut kita berat di masa lalu, dan saya yakin tidak ada seorang pun di antara kita yang ingin mengalami masalah yang sama di masa depan.
Tapi, apapun yang pernah kita alami semoga tidak membuat kita menyerah untuk berusaha demi hidup lebih baik, dan tidak berhenti berharap bahwa kita akan memperoleh kebahagiaan suatu saat nanti.
Tapi, apapun yang pernah kita alami semoga tidak membuat kita menyerah untuk berusaha demi hidup lebih baik, dan tidak berhenti berharap bahwa kita akan memperoleh kebahagiaan suatu saat nanti.
Karena jika semesta menghendaki, sekuat apapun manusia menolak pasti sesuatu itu akan terjadi juga.
Demikian juga dengan saya, banyak hal yang ingin saya lupakan dalam hidup ini. Dan ya, pastinya ingin melupakan hal buruk. Namun, tanpa saya sadari bahwa seberapa keras saya ingin melupakan yang telah terjadi, semakin sering kenangan-kenangan itu terlintas dalam pikiran saya. Pada akhirnya, saya memilih untuk Let It Flow. Dan berita baiknya, saya bisa bernafas lega setelah menyadari bahwa saya bisa lebih rileks menjalani hidup tanpa dihantui kenangan-kenangan buruk di masa lalu saya.
Belakangan ini saya mengingat-ingat kembali berbagai hal yang terjadi sebagai akibat dari ketidakberanian saya membuat keputusan sendiri. Terlalu banyak keputusan yang saya buat karena pengaruh dari orang-orang terdekat saya. Apa karena dulu saya terbiasa membuat keputusan sendiri sehingga membiarkan orang lain mempengaruhi saya dalam membuat keputusan?
Padahal jika dikaji ulang, tak pernah ada orang yang memaksakan kehendak. Tetapi, sikap plin-plan dan mudah dipengaruhi benar-benar sangat besar andilnya terhadap masuknya pengaruh dari orang lain. Tidak teguh pada pendirian, selalu ragu atas pilihan sendiri, juga menjadi pemicu mengapa saya selalu membuat keputusan yang sejatinya bukan dari hati nurani saya sendiri.
Belakangan ini saya mengingat-ingat kembali berbagai hal yang terjadi sebagai akibat dari ketidakberanian saya membuat keputusan sendiri. Terlalu banyak keputusan yang saya buat karena pengaruh dari orang-orang terdekat saya. Apa karena dulu saya terbiasa membuat keputusan sendiri sehingga membiarkan orang lain mempengaruhi saya dalam membuat keputusan?
Padahal jika dikaji ulang, tak pernah ada orang yang memaksakan kehendak. Tetapi, sikap plin-plan dan mudah dipengaruhi benar-benar sangat besar andilnya terhadap masuknya pengaruh dari orang lain. Tidak teguh pada pendirian, selalu ragu atas pilihan sendiri, juga menjadi pemicu mengapa saya selalu membuat keputusan yang sejatinya bukan dari hati nurani saya sendiri.
Namun, apapun yang terjadi setelahnya saya selalu berusaha untuk tidak menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi. Karena saya sadar, saya yang memutuskan untuk menerima masukan dari orang lain dalam membuat keputusan, jadi saya yang harus bertanggung jawab atas semuanya.
Cukup sudah orang lain menjadi Pemeran Pembantu dalam cerita hidup saya tanpa harus menyalahkan mereka atas ketidakberesan yang terjadi sebagai hasil dari pengambilan keputusan di masa lalu.
Cukup sudah orang lain menjadi Pemeran Pembantu dalam cerita hidup saya tanpa harus menyalahkan mereka atas ketidakberesan yang terjadi sebagai hasil dari pengambilan keputusan di masa lalu.
Dan pada akhirnya, saya bisa ikhlas menjalani hidup. Walaupun terkadang banyak hal yang menjadi penyesalan saya, menjadi bahan renungan saya juga agar tidak terulang kembali di kemudian hari. Bahkan bukan sekali saya merasa bersyukur atas apa yang telah terjadi. Karena saya yakin, walaupun pahit tidak pernah sesuatu itu terjadi tanpa ada hikmah dibaliknya.
Berulang kali saya mengucapkan dalam hati, untuk selalu yakin pada diri sendiri. Karena tidak ada orang yang lebih mengenal diri ini selain saya sendiri. Walau terkadang masih juga terpengaruh oleh pendapat dari orang lain, tetapi sedikit demi sedikit saya bisa menyampaikan alasan mengapa saya membuat keputusan tersebut.
Berulang kali saya mengucapkan dalam hati, untuk selalu yakin pada diri sendiri. Karena tidak ada orang yang lebih mengenal diri ini selain saya sendiri. Walau terkadang masih juga terpengaruh oleh pendapat dari orang lain, tetapi sedikit demi sedikit saya bisa menyampaikan alasan mengapa saya membuat keputusan tersebut.
Tak dapat dipungkiri, bahwa untuk keputusan yang akibatnya melibatkan orang banyak, saya tetap menyerahkan pengambilan keputusan secara bersama-sama. Bagi saya, lebih baik membuat keputusan bersama karena pengaruhnya adalah untuk kebaikan bersama juga.
Hidup tak seindah pelangi, tapi kita bisa melaluinya dengan aman tenteram jika kita bisa memaafkan diri kita di masa lalu, berusaha menerima diri kita yang sekarang dan tidak lupa tetap berusaha memperbaiki apa yang perlu diperbaiki. Hidup penuh rasa syukur dan penuh harapan akan hidup yang lebih baik.
Intinya, beranilah membuat keputusan dalam hidup kita sendiri, tapi sebelum itu tetaplah minta pendapat dari orang-orang terdekat dan orang-orang yang menurutmu bisa dijadikan panutan. Tapi, pada akhirnya engkaulah yang harus memutuskan apa yang menurutmu terbaik bagimu.
Tetap semangat dan stay healthy, ya. ☺ πͺ
Jangan Lupa bahagia di samping orang-orang tercinta. π
Terima kasih. π
Terima kasih. π
Okay, Siap....
BalasHapusI hope semuanya baik-baik saja sekarang